Wednesday, September 10, 2008

.... ada seorang anak belia, yah seumuran kelas 5 SD mungkin, menatap dengan tatapan sendu dengan secercah harapan di sudut binar mata itu.
Bu belanjaannya saya bantu bawa ya...

Gak usah dek terimakasih, saya masih bisa bawa sendiri

Si anak tetap terdiam. Jongkok dekat ibu dengan tampang memelas. Berpakaian sedikit lusuh sambil terus menunggu berharap Ibu itu merubah ucap.
Saya bantu ya bu, saya mau dech dibayar berapa aja, untuk nambahin beli buku sekolah...
[beside true story]

Bagaimana tidak hati ini perih mendengar kalimat polos itu terujar dari seorang anak belia seperti dia? Tidak kah sadar saudaraku, atas lembaran suci yang telah Tuhan turunkan?
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan (menolong dengan) barang berguna.

Inilah saatnya bagi kita untuk bisa merasakan apa yang mereka selalu rasakan. Yu kita belajar bersama untuk bisa lebih bersikap empati pada sesama. Karena sejatinya "Fasting is not for feasting"


[maaf....]

4 comments:

Mark said...

Like i said fasting is killing me softly lol... hehehe btw.. happy weekend to u bro..

Gandhi Anwar S said...

Ha ha ha... Dasar! It's not the lyric bro! LOL! thx...

drjt said...

jah, elu dah bayar zakat, lom? jangan omdo. hwehe...

(^_^)v

woi, blog semangatku kenapa ga kau link??

Gandhi Anwar S said...

Insyaalloh saya ga seperti kamu ris. Ha ha ha...
Emang kalu baar zakat kudu diumumin, pake baliho, pake selebaran di sebar lewat pesawat? jah bung feris ini...


Tapi makasih banyak loh kunjungannya... :)