Wednesday, March 5, 2008

Sekarang bulan Maret. Angka 21 adalah angka sakral yang patut saya syukuri. Karena pada tanggal di bulan inilah aku dilahirkan. Hm, Menghirup udara dunia dengan tangisan kebahagiaan. Meski ga tahu arti tangisku pada saat itu. Katanya tangis kebahagiaan. Tapi saya yakin hari itu adalah hari yang patut ku syukuri. Karena Tuhan telah memberi kesempatan saya untuk hidup (Sampai sekarang). Alhamdulillah.

Tapi bukan ini yang hendak saya ceritakan sekarang. Tapi lebih pada makna
cerita hidup yang susah. Ha8x. Susah kok ketawa. Dunia memang udah ga waras!!!!. Ok Serius! Andai saja hidup kita analogikan sebagai rangkaian titik yang harus kita lalui, ada dimana kah kita sekarang? Titik mana yang hendak kita capai sebagai obsesi terbesar dalam hidup kita? Hingga hidup kita bisa lebih terarah dalam sikap, lebih teratur dalam ucap. Lho? Kok jadi gini terusannya? Hm... *Godeg-godeg, Geleng-geleng*

Gini sebenarnya, saya lagi mengeluh pada keadaan saya sekarang. Sepertinya hidup saya kok datar-datar aja. Aneh. Saya rindu masa SMA dulu. Saya rindu dengan kesibukan dulu, Les sampai jam 12 malam atau bahkan sampai pagi. Hingga jerawat pun tak bisa terelak lagi. Rindu dengan jerawatnya! Sibuk ini itu. Bulak-balik Ceungceum-Tasik atau Kadang Tasik-Bandung dan terbang ke Balikpapan. Hi8x. Saya rindu dengan obsesi, dengan mimpi dan motivasi. Saya Rindu Dengan Mereka! Indah.

Tapi sekarang? Entahlah... Kenapa ya?

6 comments:

novi said...

wuaa,,, minggu depan makan2 nih! :p

walau saya waktu dulu cuma jadi penggembira di sana sini, tapi suka rindu juga suasana penuh semangat itu. keren memang.

nikmati dulu yg ada, sambil merancang lagi langkah selanjutnya :D papatah buat abi oge, yg lagi berusaha menyemangati diri.

Gandhi Anwar said...

Iya, bersyukur pd titik dmn sy brdiri skrng adalah hal realistis.. Tp jng lupakan rencana besar. Hayo kita susun brsama!!! Bikin apa ya? he8x..

whuaah klo makan mah tiap hr ath nov.. :)
(Duh umur makin tua aja negh)

SEMANGAT!!!

Anonymous said...

21 maret?????
wah 23 tahun dunzz...satu tahun lagi 24.....
jadi inget lagu ini loh

dua puluh empat tahun robana
hamba hidup didunia robana
hamba banyak dosa robana
hamba mohon ampun...

tak terasa y...begitu cepat waktu berjalan....obsesi hidup?????
susah mo ngungkapinnya....yang pastinya harus ada tu tujuan hidup....
boleh lah kangen sama masa lalu apalagi masa SMA uuah menyenagkan...(hiks..hiks).

tapi waktu berus berjalan jadi hidup juga harus tetep berjalan....
apaun itu,bagaimanapun jalanya yang pasti tu smua dah yang terbaik buat kita....setuju??????
yang penting:JAGAN PERNAH BERPUTUS ASA DARI RAHMAT ALLOH...

he'e ko ngomongnya jadi ngelantur g ngenah?????tapi g p p to?
ade tetep semangat y....mgisi waktu yang kosong dengan kegiatan yang positif,bermanfaat,dari pada pusing mikirin jerawat....he..he..

Gandhi Anwar said...

@ Anonymous: MAtur nuhun. Tapi siapa ya? Jadi Penasaran... :)

Boxlog said...

Walaah.. kang Gandhi merindukan 'masa-masa' yang telah 'pergi'. Kepergian memang sesuatu yang menyakitkan, hampir seluruh manusia selalu menyesali kepergian. Tetapi sudah di takdirkan bahwa manusia harus selalu hidup dalam perubahan. Saya seringkali juga menangisi sebuah tempat dimana dulu saya pernah 'bermimpi', itu nostalgia, karena manusia memang tidak dapat bernostalgia dengan masa yang akan datang. Kenapa tidak? mari kita mencoba 'berkeinginan' menggunakan kekuatan pikiran, untuk berada dalam sebuah puncak. Rasakan kita sedang berada disana. Ketika kita sadar, jangan pernah melupakan perasaan kita sewaktu di puncak tadi. Hidup dan bergaul dengan mereka yang tetap memiliki semangat untuk menggapai puncak, akan 'memelihara' bahwa kita benar-benar sedang menuju puncak, Jadi kaya jinggle-nya AFI yah? menuju puncak... SEKSES & TETAP SEMANGAAAAAAATTTTTTT !!!

Gandhi Anwar said...

Whuaaah kang... Iyalah sy coba 'resep'nya.. he8x.. :d