Saturday, December 20, 2008

Sabtu ini 20 Desember 2008, harusnya saya sejak Jam 9 Pagi tadi [Ya iyalah pagi, masa malam!] sudah duduk manis di Ruang Anatomi, Jl. Salemba Raya no.6, FKUI; untuk menghadiri acara Bedah Buku "Liku-Liku Hidup in MEDITERANOLOGY Point of View". Yah dalam acara bedah buku itu akan dikupas tuntas Novel Remaja Dewasa "Liku-Liku Hidup" Karya Prof Dr. dr. Daldiyono Harjodisastro, SpPD-KGEH [Set dagh! Guru besar aja masih bisa sempet nulis novel! Knp anak muda macam kite kaga? Xixixi...]. Seperti theme acaranya: "MEDITERANOLOGY Point of View", novel ini akan dikupas tuntas [kenapa ya kalau kata dikupas selalu diikuti dengan tuntas? LOL!] dari 3 sudut pandang yakni dari sisi Medicine, Literature, dan Psychology.

Pembicara dalam acara bedah buku itu direncakan akan hadir Putu Wijaya [Seorang Novelis, Cerpenis, Kritikus Sastra] serta kawan2 dari FIBUI, FPsiUI, dan FKUI. Karena hujan tiba, maka mereka sang pembicara saya pun ga bisa datang ke acara Bedah Buku Sang Guru Besar itu. Yasudahlah ya saya kutip saja Sinopsis novel Liku-Liku Hidup-nya dan Satu Comment Putu Wijaya berikut ini sebagai obat ketidakhadiran mereka saya di acara Bedah Buku kali ini. Berikut Cuplikan Sinopsisnya:

Novel Liku-Liku Hidup karya Prof DALDY.

Novel yang penuh dgn intrik kota metropolitan yang dipadukan dgn kentalnya budaya Jawa. Dikisahkan, seorang mahasiswi cantik, smart dan enerjik, RUTI namanya. Ia mendapat peluang dan tantangan bagus yakni: tambahan penghasilan yang lumayan besar dengan merawat DION. DION adalah anak cacat mental namun tampan rupawan, putra priyayi kaya raya: PAK BROTO. Rasa cinta dan sayang lama-lama tumbuh pada hati DION. Kenapa ini bisa terjadi? Dan bagaimana akhir dari cerita ini? Akankah rasa DION dibalas sama oleh RUTI? Atau bahkan sebaliknya? Lantas seperti apa tanggapan keluarga priyayi BROTO atas kisah cinta DION terhadap RUTI? Hm, silahkan baca bukunya secara utuh! [saya aja blm punya buku nya, yang mau lempar bukunya, monggo saya tangkap dengan ikhlas. :)]

Dan berikut satu koment dari Sang Pembicara Pada Bedah Buku Guru Besar, Putu Wijaya:

"...Sebuah novel yang berbasis pengakuan nyata dari salah seorang pasiennya, diracik dengan kepiawaiannya sebagai seorang penulis dengan latar belakang seorang internist (ahli penyakit dalam) yang matang, berpengalaman serta berpikiran luas. Jadinya tak hanya sebuah kisah yang menarik, mengharukan, memberikan tuntunan moral, tetapi juga mencerdaskan pembaca, karena pendalaman dan caranya memposisikan nasib sebagai bagian dari hasil tindakan manusia sendiri di dalam memilih dan membangun kehidupannya" (Putu Wijaya).

Selamat Hunting Buku Baru!

4 comments:

Robbie Philosophy said...

WAH.. ams novel yg beginian saya suka. BTW EBOOKnya udah ada belom ya...Maklumlah mengikuti Zaman dan mengoptimalkan teknologi yg ada..hehe..

Just2live said...

Sama! saya jg demen ama yang beginian. Apalagi ini yg bikin sang guru berar, dagh pasti isinya berbobot dong! Ebook blm ada kayanya, saya aja search di Om google ga nemu satu pun tulisan yg berkaitan denganini. Kecuali punya Saya. Xixixi.. :P

tikno said...

Dari cuplikan sinopsis yang Anda berikan di atas, kelihatannya sang penulis ingin menyentuh perasaan tiap orang tentang antara cinta sejati dan rasa kasihan.

Just2live said...

Yah sepertinya begitu, bahkan permasalahan yang disuguhkan novel itu mungkin akan lebih kompleks dari yang kita kira... Makin penasaran negh! Moga dalam waktu dekat bisa beli buku nya... :)