Monday, February 23, 2009

Sudah watak orang melayu menolak permusuhan. Marahnya ia adalah diam, dan senyuman berarti sanggahan. Dan ibu pun mengajarkan aku demikian. "Tak usahlah kau kernyitkan dahimu barang sedikit pun, ingatlah Tuhan yang senantiasa dekat dengan orang-orang yang sabar..." ujar beliau kala ku mengeluh dahulu. Ibu ku adalah sumber ilmu ku. Aku sedikit banyak belajar dari ia.


Kala ibu marah, hanya diamnya yang kurasa. Diam yang tak ada dua. Namun ketika itu lah ibu mengajariku. Mengajari tentang sebuah kesabaran, serta menahan sesumbar yang tak pantas diujar. Diamnya ibu tat kala marah, membuat aku berfikir atas sikap salah yang telah kuperbuat. Diamnya ibu dulu, telah memberi sentuhan kasih yang teramat luas. Dan diamya ibu dulu, telah mengajari hati ini untuk tidak mudah marah. Terima kasih ibu, diammu dulu 'sumber' ilmu ku.

Friday, February 20, 2009

Hari ini telah aku lalui. Dan aku mencoba untuk tak bosan-bosannya belajar, membaca meski masih harus dieja dan tak jarang dahi ini ku kernyitkan. Tapi kunikmati itu semua. Dan hari ini pun berakhir pada quotations berikut:
"Hidup itu keras! Maka sediakanlah sedikit ruang di hati kita untuk bisa menikmati kerasnya hidup. Karena dengan demikian kita akan bisa bertahan, belajar dan berkembang. Hingga saatnya nanti kemenangan ada di genggaman. SEMANGAT!" [Sore Hari, Lt 11 Radius Prawiro].
Ha ha ha, lagi-lagi ku hanya bisa menyemangati diri sendiri. :)

Monday, February 16, 2009

Iseng-iseng berhadiah negh! Pas jalan-jalan ke pesbuk orang lain nemu link buat mengetahui lebih banyak soal karakter kita, ngikutin testnya. Dan berikut hasilnya. PAS banget!


Anda memiliki potensi orang yang jenius. Karena semenjak kecil anda suka berpikir, serius hingga dewasa, tidak banyak omong, penuh hati hati, suka data dan perhitungan logis, senang akan keteraturan dan peka akan lingkungan. Dunia semakin tertata rapih karena anda. wah wah wah ... calon profesor nih ...

Tapi lagi lagi jangan seneng dulu, tentunya ada kelemahan dibalik kelebihan tersebut, diantaranya adalah .. Cenderung menuntut sempurna nyaris akan segala hal, baik dari pakaian, ruangan kerja yang rapih, rumah, kamar tidur, teman hidup dan lain lain. Karena kepekaan yang tinggi, orang tersebut sangat sensitif dan perasa terhadap situasi atau tanggapan orang lain. Berhubung suka merencana dengan perhitungan masuk akal, maka penundaan sering kali adalah tindakan keduanya (ntar deh, belum sempurna nih ) emosi yang persisten dan tidak mudah bergerak naik atau turun memiliki kecenderungan untuk dendam dan memendam perasaan.

Hal hal yang perlu terus diatasi setiap hari adalah :
  1. Buat standar yang proporsional. Buang jauh jauh kata sempurna, terimalah sebagaimana adanya, mulailah dari apa yang ada, harapkan penyesuaian penyesuaian, dan dapatkan hasil yang "optimal";
  2. "Bila ingin menyebrang jalan, fokus terhadap tempat anda tuju.. bukan fokus kendaraan yang akan menabrak anda". Jangan terlalu memikirkan berlebihan akan komentar orang lain terhadap diri anda. Selama benar, jalanlah terus ke sebrang.. kalau terdiam, maka anda akan tertabrak;
  3. Belajar mengekspresikan diri anda. Orang sering menyukai sesuatu yang alami dari setiap orang, bukan kemasan yang sudah diolah. mulailah secara bertahap.
Whuaaah, ketahuan dagh! Berasa diri ini ditelanjangi! Wow! :D