Monday, September 1, 2008

Kupadamkan binar purnama malam
Malam ini karena aku sayang

Ku tak mau lembut cahaya itu
Mati dalam kelam malam yang mendalam
Ditikam sayang yang tak berujung

Riak mata berarti cerita
Cerita cinta sang purnama
Dewi Shinta dan Rahwana

Tuesday, August 19, 2008

Awal tak ada...

Malam itu, genap 25 hari dari sekarang. Purnama itu mulai menampkan binar cahaya lembut pada malam. Sederhana namun tetap indah di pandang. Menawan...


Hari tak lagi menampakan muram dalam tiap bait hidupnya. Selalu indah dengan denting piano klasik yang elegan. Selalu berdebar rindu dengan gesekan biola hitam yang menawan. Selalu riang dengan loncatan tari sayang. Indah...

Namun sekarang...
Kembali tak ada...

Hampa...

Jangan pernah berkata cinta pada ia
Jangan pernah berkata sayang pada ia
Jangan pernah berkata rindu pada ia
Karena ia hidup hanya sekedar bercinta


Bukan sayang, Menyakitkan!

Jangan pilih ia jadi dambaan
Jangan pilih ia jadi pujaan
Jangan pilih ia jadi tambatan
Karena ia ada bukan tujuan

Bukan pilihan, Mengenaskan!