Showing posts with label Tasik. Show all posts
Showing posts with label Tasik. Show all posts

Thursday, September 3, 2009

Saya pribadi turut ikut berduka atas terjadinya Gempa berkekuatan 7 SR lebih yang terjadi di Tanah Parahiangan Timur kemaren sore [Gempa Tasik], serta turut berduka pula atas kejadian kebakaran central pasar tradisional terbesar di kota tasikmalaya [Pasar Cikurubuk] pada malam harinya. Moga apa-apa yang telah terjadi pada kita, menjadi sebuah media pembelajaran bagi kita. Bacalah atas nama Tuhanmu, atas apa-apa yang telah terjadi di muka bumi ini. Bacalah! Bacalah! Bacalah...
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)...."
Kini, kita hanya bisa berharap; Moga Tasik Kembali Asik! Stop Dreaming Start Action! Bangkitlah kotaku... :)

Saturday, March 7, 2009

Malam ini dalam kubistik kuning keemasan, aku sendiri:
Aku tak lagi mau membiarkan dunia merubah ku. Tak akan lagi kicau suara miring mereduksi jiwaku. Aku hanya ingin menjadi manusia yang selayaknya Tuhan inginkan dalam firman-Nya. Dan mau tidak mau aku harus berada tetap di jalan-Nya meski hanya sendiri.
Semoga kita senantiasa diberi kemudahan untuk menjalankan atas segala niat baik yang akan kita lakukan, meski hanya sebuah titik. Amin.

Monday, February 23, 2009

Sudah watak orang melayu menolak permusuhan. Marahnya ia adalah diam, dan senyuman berarti sanggahan. Dan ibu pun mengajarkan aku demikian. "Tak usahlah kau kernyitkan dahimu barang sedikit pun, ingatlah Tuhan yang senantiasa dekat dengan orang-orang yang sabar..." ujar beliau kala ku mengeluh dahulu. Ibu ku adalah sumber ilmu ku. Aku sedikit banyak belajar dari ia.


Kala ibu marah, hanya diamnya yang kurasa. Diam yang tak ada dua. Namun ketika itu lah ibu mengajariku. Mengajari tentang sebuah kesabaran, serta menahan sesumbar yang tak pantas diujar. Diamnya ibu tat kala marah, membuat aku berfikir atas sikap salah yang telah kuperbuat. Diamnya ibu dulu, telah memberi sentuhan kasih yang teramat luas. Dan diamya ibu dulu, telah mengajari hati ini untuk tidak mudah marah. Terima kasih ibu, diammu dulu 'sumber' ilmu ku.

Tuesday, January 13, 2009

Hari ini alam berpesan:
  1. Lakukanlah yang terbaik;
  2. Kita tak tahu apa yang akan terjadi esok hari;
  3. "Kita tidak hidup pada dunia Hitam-Putih" bukan sebuah pembenaran atas tindakan salah.
Shock berat atas apa yang terjadi pada teman saya. SUMPAH! Moga senantiasa diberikan yang terbaik. Amin.

Saling doakan.

Thursday, November 27, 2008

Entah kenapa, akhir-akhir ini aku selalu rindu dengan keluarga, terutama dengan ibu serta ke-2 saudara perempuan ku. Dalam solat pun terkadang air mata ini meretas hangat, mengalir dengan kerinduan yang teramat, membasahi tiap mili pori kulit pipiku... Argh, aku rindu dengan mereka rupanya, dengan wanita sabar yang selalu memberiku petuah, memberiku banyak hal, memberi, memberi dan memberi. Rasanya tak pernah mereka menuntut lebih dari ku, Subhanalloh... Aku rindu dengan mereka ya Rabb... Peliharalah mereka dalam manisnya hidayah-Mu, dengan indahnya karunia-Mu, serta pertemukanlah kami dalam savana hijau Syurga-Mu kelak.... Amin.
Allah SWT tidak menciptakan wanita dari kepala laki-laki untuk dijadikan atasannya. Tidak juga Allah SWT ciptakan wanita dari kaki laki-laki untuk dijadikan bawahannya. Tetapi Allah menciptakan wanita dari tulang rusuk laki-laki, dekat dengan lenganya untuk dilindunginya, dan dekat dengan hatinya untuk dicintainya.
..........
..........
Wanita sholehah adalah sekuntum bunga terpelihara. Tidak mudah bagi kumbang mengisap madunya. Dalam dirinya tersimpan potensi kepahlawanan yang akan membawa ummat pada puncak peradaban terhormat. Wanita sholehah akan terus membuktikan prestasi kepahlawannya. Apakah keluarga kita yang perempuan termasuk dalam bagiannya? [Sekuntum Bunga Terpelihara; Abdurrahman S.Ag]
Untuk mendownload file asli kutipan di atas, silahkan klik di sini.

Saturday, November 8, 2008

Pagi tadi, masih gelap ku injakan kaki di kota kelahiranku Tasik. Hm, Segar dengan dingin yang teramat beku membuat gigiku tak berhenti bergerutu. Sepanjang jalan Indihiang (terminal) - Ceungeum (rumah) kuselami indahnya temaram lampu jalan, dan ku hirup segarnya bau aroma bumi yang basah dengan gerimis air hujan malam, mengesankan.

Tiba di rumah pukul 04.30, kutempuh perjalanan Indihiang - Ceungceum 30 menit saja menggunakan jasa tukang ojek. Tak seperti biasa memang, karena pertimbangan kondisi yang membuatku memutuskan untuk tidak dijemput bapak. Pagi itu terlalu dini, dan dingin selalu memaksa menelusup pada pori mantel abuku.

Pulangku kali ini, tak lain dan tak bukan adalah untuk melakukan segala persiapan acara 2 minggu ke depan. Yah! Acara pernikahan kk ku yang akan berlangsung tanggal 22 Bulan ini. Ada yang minat hadir? [Alumni satas, rerencangan, angkatan 2002--angkatan kk ku, diantos kasumpinganana] He8x...

Sesaat sebelum postingan ini ku buat, kami telah berurug rempug atas segala macam yang berkaitan untuk acara nanti. Alhmadulillah... Namun sayang, pulangku kali ini belum bisa melihat jas baru dan gaun kk ku! Belum rampung katanya... Hiks... [LOL] Tapi yasudah lah ya... [Jadi inget sesorang yang selalu bilang ini]

Yasudah lah ya, mau istirahat dulu aja. Besok sudah harus berangkat lagi ke Jakarta... Selamat malam semuanya... :)