Showing posts with label Cerita Malam. Show all posts
Showing posts with label Cerita Malam. Show all posts

Monday, October 26, 2009

Dear Dosen Tercinta,

Seperti biasa, malam itu sekelibat binar mata kita saling memandang penuh gelora. Malam yang syahdu untuk kita bisa saling memahami satu sama lain. Kau tampak mempesona dengan balutan kaos berwana ungu sepadan dengan warna gincu ungu muda. Seperti biasa, kau memang terlahir indah.

Dear Dosen tercinta, Malam itu malam terakhri kita bertemu bukan? Kau begitu manisnya berkata dengan penuh senyum bahagia. Tawamu kala itu membuat kita merasakan kehangat malam tak ada dua. Yah masih ku ingat kala itu, kau ucapkan rayuan serta beribu janji manis sebagai salam terakhir kisah kita. Aku merasa bak hidup ngapak di atas awan. Melayang berbalut buayan awan sayang. Tapi kini aku dibuatnya mati tak berdaya, malam ini. Rayu dan janjimu tak ada satu pun yang kau tepati.

Dear Dosen Tercinta, meski demikian aku ucapkan beribu terima kasih atas cinta yang telah kau sematkan dihatiku. Moga apa yang kau ucapkan lewat rona binar 7 malam mampu menjadi lecutan api semangat hidupku.

Muridmu,


Gandhi Anwar Sani
NPM 000000000


*Postingan ini dibuat karena kecewa dengan kisi-kisi yang dikasih dosen MSDM untuk ujian 3 jam yang lalu. Ga ada satu pun dari kisi-kisi yang dikasih keluar dalam ujian malam ini. Fueh! Jauh beda ama kisi-kisi dosenku dulu pas di kampus pertama. Selalu pas dan cocok! ha ha ha*

Saturday, August 22, 2009

Life is going to be simple as you think. Life isn't thing that should be worried, even be afraided with. Life is just simple thing that you have to make a hard choices in. When you have been given limitation to choice, life being challenges to be vanquished. So, that why God give us brain and soul. This is just a bit of my contemplation tonight. :)

Friday, August 21, 2009

Lot things that I want to share here more. But not for this time. Now, I just want to make a glance that thing will be write down here completely later. Here they are:
  1. A list of my books that just i have grab from my friend 2 days before. May be several kind of you need it, and want to borrow with me. With glade i am going to lend to you. LOL!;
  2. And the second, i really want to share about something which made me said "Out of my expect, Thanks God!".
Just that. But not for tonight. Next time may be. Remind me! :p

Tuesday, August 18, 2009

Merdeka, tak bisa dijadikan barang perseorangan. Karena dulu, para leluhur tidak berjuang sendirian. Merdeka bukanlah barang monopoli yang dengannya Si Kaya bisa berbicara dengan bahasa surga tentang kemerdekaan. Lantas Si miskin tidur senyap dengan pengantar nyanyian malam di pinggir jalan.
"Kemerdekaan adalah milik kita, bukan dia dan mereka!"
Namun sekarang, bagi kaum yang 'termarjinalkan dari peradaban', kaum-kaum yang mati-tidak hidup pun enggan, bisakah ia merasakan nafas segar kemerdekaan. Atau bahkan mereka hanya bisa berkata layaknya Senja dalam Merah Putih:
"Republik ini telah merampas segalanya dariku..."

Monday, August 17, 2009

dalam setiap pijak kata aku merintih pedih
sakit karena dosa
dalam setiap bulir air mata
menangis perih karena dosa
dan kucoba,
dalam setiap rintih pedih
kubasuh dosa dengan doa

Tuhan, beri aku
kesempatan untuk yang tak hingga
kembali fitrah, amin.

Tuesday, July 28, 2009

The Hardest Day
(The Corrs feat. Alejandro Sanz
)

One more day, one last look

Before I leave it all behind
And play the role that's meant for us
That said we'd say goodbye


One more night (one more night) by your side (by your side)
Where our dreams collide
And all we have is everything
And there's no pain there's no hurt
There's no wrong it's all right

If I promise to believe will you believe
That there's nowhere that we'd rather be
Nowhere describes where we are
Ive no choice, I love you
Leave, love you wave goodbye

And all I ever wanted was to stay (all I ever wanted was to stay)
And nothing in this worlds gonna change, change

Never wanna wake up from this night
Never (never) wanna leave this moment
Waiting for you only, only you
Never gonna forget every single thing you do
When loving you is my finest hour
Leaving you, the hardest day of my life
The hardest day of my life

I still breathe (I still breathe), I still eat (I still eat)
And the sun it shines the same as it did yesterday
But there's no warmth, no light
I feel empty inside

But I never will regret single day
I know it isn't going to go away
What I'm feeling (I'm feeling) for you
I will always love you
Leave, love you wave goodbye (love you wave goodbye)

And all, and all I ever wanted was to stay (all I ever wanted was to stay)
Nothing (nothing) in this world's gonna change...

Never wanna wake up from this night
Never (never) wanna leave this moment
Waiting for you only, only you
Never gonna forget every single you do
When loving you is my finest hour
I never knew I'd ever feel this way
I feel for you...

Saturday, July 25, 2009

Kapan aku merasakan kehidupanku sendiri? Bila selamanya aku dibayangi kehendak orang.
Tuhan ciptakan kita beda. Tidak sama! So, let's enjoy your own life!
Jangan takut dengan pendapat orang tentang kita, jangan resah tentang apa dikata orang. Lanjutkan! Jangan berhenti untuk berkarya! Semangat!

Ingatlah bahwa Tuhan ciptakan Cinta dan Beda di alam semesta ini. Dimana ada Beda, disana pula ada Cinta. Karena Tuhan ciptakan Cinta sebagai perekat atas semua perbedaan. *Jangan mau jadi orang goblok, yang menjadikan perbedaan sebagai bahan perolokan*

Thursday, April 30, 2009

Dan tentang Kenangan itu, telah kurobek dalam kelam malam. Dan kita pun terkulai. Luruh dalam peluh. Ringis tangis...

Kau memang penjahat! Tidakah sadar gelap itu noktah anugrah Tuhan? Perih. Yang hinggap di tepi luka, haruskah resah itu yang kucumbu? Tentang cinta bila hanya sanggup menyakiti. Lalu... dimanakah Tuhan? Dan untuk siapa mawar itu kau rangkai?

Pembohong! Rangkai kata yang kaujar, tak sewangi bunga mawar yg kau rangkai. Haruskah kuberlumur darah merah warna mawar?

*Gandhi Anwar - Okky Sastrawiguna*

Friday, March 20, 2009

Mumpung aya tempat jang 'nyampah', ha ha ha.. Ayeuna kuring ek nulis sakahayang sakarep maneh. Duh bahasa! :P Bae da ngarana ge sakahayang, ek nyobaan posting (duh sunda kasarna naon nya? nulis we nya! heup tong protes!) nulis di dieu pake bahasa sunda. Uhuy! asa di lembur sorangan euy! :P

Isuk pageto, cak nincak umur kuring nu ka 24 na. Duh Geus teu ngora deui geuning. Fuh fuh fuh.. Kudu geus geura mikir, ek dibawa kaman ieu hirup. [salami ieu kaman wae atuh jang, kamalinaan ulin di dunya teh. hiks...]

Tah, dina mangsa ngarobah sikep jeung manjegkeun tujuan hirup, cik naon wae dipikahayang dina tahun-tahun kaharepna. Cik urang tenjo ayeuna, naon wae anu dipikahayang teh, diantaran nyaeta:
  1. Hayang bageur, cageur, pinter tur bener. [matakna kudu usaha atuh jang! ibadah tong poho. siplah!];
  2. Hayang boga komputer anyar, kusabab laptop lawas geus rusak. [nu bisa ngabulkeun diangkat jadi kabogoh salama satahun lah. Ha ha ha... Dijamin moal aya nu daek da! wkwkwk...];
  3. Hayang sehat [Duh, general check up 'pamariksaan umum' can kacumponan wae euy!];
  4. Hayang nonton film si Radit [Tiket Gratisan teu kabagean];
  5. Hayang meunang lomba blog sakola ka walanda, summer class salami dua minggu ceunah [lumayan mun meunang teh, bisa jalan-jalan gratis. tapi ari nulis blogna ge acan. jah si akang mah kumaha ek meunang!];
  6. Hayang sapatu bodas anu butut tapi bisa keneh dipake [sok era ari make sapatu anyar teh, matakna milih nu butu, tapi anyar. bingungkan? he he he];
  7. Hayang meuli baju anyar nu warnana lain bodas jeung lain hideung oge [Bosen make baju bodas wae. he he he....]
  8. Hayang sagala we lah... Lieur geuning ari ditataan hiji-hiji mah, kahayangna loba teuing! Fuh...
Geus heula we nya, eta tah kahayang jeung sakahayangna si urang teh, sakarepna nulisna ge. Hampuranya mun teu ngarti, da kuring ge teu ngarti bener ieu nu ditulis, ha ha ha... Maklum keur lieur ieu teh, teu bisa sare, jeung lieur mikiran manajemen proyek nu tadi siang. Hampuranya nulisna sakahayang... Ngarana ge nyampah! Nya sakahayang atuuuuh...

Monday, February 23, 2009

Sudah watak orang melayu menolak permusuhan. Marahnya ia adalah diam, dan senyuman berarti sanggahan. Dan ibu pun mengajarkan aku demikian. "Tak usahlah kau kernyitkan dahimu barang sedikit pun, ingatlah Tuhan yang senantiasa dekat dengan orang-orang yang sabar..." ujar beliau kala ku mengeluh dahulu. Ibu ku adalah sumber ilmu ku. Aku sedikit banyak belajar dari ia.


Kala ibu marah, hanya diamnya yang kurasa. Diam yang tak ada dua. Namun ketika itu lah ibu mengajariku. Mengajari tentang sebuah kesabaran, serta menahan sesumbar yang tak pantas diujar. Diamnya ibu tat kala marah, membuat aku berfikir atas sikap salah yang telah kuperbuat. Diamnya ibu dulu, telah memberi sentuhan kasih yang teramat luas. Dan diamya ibu dulu, telah mengajari hati ini untuk tidak mudah marah. Terima kasih ibu, diammu dulu 'sumber' ilmu ku.

Friday, February 20, 2009

Hari ini telah aku lalui. Dan aku mencoba untuk tak bosan-bosannya belajar, membaca meski masih harus dieja dan tak jarang dahi ini ku kernyitkan. Tapi kunikmati itu semua. Dan hari ini pun berakhir pada quotations berikut:
"Hidup itu keras! Maka sediakanlah sedikit ruang di hati kita untuk bisa menikmati kerasnya hidup. Karena dengan demikian kita akan bisa bertahan, belajar dan berkembang. Hingga saatnya nanti kemenangan ada di genggaman. SEMANGAT!" [Sore Hari, Lt 11 Radius Prawiro].
Ha ha ha, lagi-lagi ku hanya bisa menyemangati diri sendiri. :)

Saturday, February 7, 2009

Ga ada cerita greget dalam hidupku akhir-akhir ini. Sudah lebih dari 4 tahun hidupku hanya sebatas hidup yang biasa. Tak ada lagi obsesi, tak ada lagi mimpi. Semua kujalani layaknya aliran air yang sudah pasti bermuara di hilir. Datar... Tak ada riak, tak ada gelombang semangat disana. Karena hidupku hanya hidup sederhana tanpa obsesi dan rencana. Menyedihkan memang. Dan ini kualami semenjak 4-5 tahun silam, tepat semenjak kegagalan yang bertubi dalam prestasi belajarku. [Gagal OSN Balikpapan, UMPTN, Nanyang, Monbukagakusho...]


Dan 'hidup datar'ku selama ini, telah membawa pada titik jenuh kebosanan yang teramat sangat saat ini. Sikap nrimo yang dulu ku kukuhkan dalam hati sebagai penawar kegagalan yang bertubi adalah salah bila harus ditelan utuh tanpa pemikiran yang panjang. Nrimo kegagalan bukanlah sebuah pembenaran untuk tidak lagi menaruh mimpi dalam hidup. Aku telah melakukan kesalahan besar selama ini.

Karena seyogyanya kegagalan adalah titik tolak untuk lebih baik dalam menyusun rencana, memetakan serta menentukan tindakan masa depan yang tepat dengan mempertimbangkan sumber daya yang tersedia. Sehingga tak lagi ada 'inefisiesi hidup'. Bukan malah sebaliknya, sikap nrimo menjadi alibi untuk berhenti berkarya.

Jiaaah! Semoga percikan semangat itu masih ada dan bisa melahirkan obsesi-obsesi baru untuk berkarya. Rencanakan, petakan, tentukan, dan lakukan! SEMANGAT!!!! :)

Tuesday, January 13, 2009

Hari ini alam berpesan:
  1. Lakukanlah yang terbaik;
  2. Kita tak tahu apa yang akan terjadi esok hari;
  3. "Kita tidak hidup pada dunia Hitam-Putih" bukan sebuah pembenaran atas tindakan salah.
Shock berat atas apa yang terjadi pada teman saya. SUMPAH! Moga senantiasa diberikan yang terbaik. Amin.

Saling doakan.

Wednesday, January 7, 2009

Bingung mau posting apa, yasudah apa yang saya makan saya posting. Xixixi... Beberapa terakhir ini menu makan saya ya ini seperti tampak di gambar sebelah, telor mata sapi setengah matang tanpa garam. Hm, gurih meski tak ditabur bumbu penyedap apapun. Yummyyyy.... Nasi putih, telor mata sapi setengah matang dan sedikit kecap bango. Mantap kali! Dimakan anget-anget.

Jah alasan ku memilih menu ini adalah agar lebih sehat! Beberapa bulan terakhir ini menu makananku kacrut macrut, semua di lahap tanpa merasa bersalah telah mencekokin tubuh ini dengan ganja, kokain dan putau makanan tak sehat, pedas, dan penuh lemak. Fueh! Payah! Jadi dalam rangka ikut mensukseskan program Lingkaran Biru, alah! Mikir apa sih gan? Sakit-sakit gini bikin anak mulu yang lo pikirin. Xixixi..

Ok! Back to the line, yeah ternyata usut punya usut, benang siapa yang lebih kusut hayo, aiiih ga bener lagi negh. Well ternyata setelah search pada om google kandungan protein untuk telor mata sapi setengah matang lebih rendah dari pada telor yang direbus matang, namun lebih tinggi daripada telor dadar. Jadi kesimpulannya? Yah itu tadi, saya sakit hari ini dan ga masuk kantor. Lho lho lho? [Ga nyambung mode on]

Yups! Hari ini memang saya ga masuk kantor. Kalau kata manusia awam tak tau obat, ini yang dinamakan sakit. Ga elit-elit amat sih sakitnya, cuma ga enak badan, pegel sana pegel sini [kaya lagu anak TK], mata perih, kepala nyut-nyutan, hidung mampet, amandel bengkak, batuk godroh [dahakan] dan efek-efek yang lainnya. [udzur mode on] Jiaaaah, kurang lengkap apa lagi coba? Hiks hiks hiks... Makanya mulai saat ini menu makan mau dirubah ah, biar jadi lebih sehat! Tahun 2009 ini gandhi ingin jadi lebih sehat! Dalam segala hal tentunya! Horeeee... [childish mode on]

Tuesday, December 23, 2008

Entah kenapa aura liburan pada bulan ini sudah terasa jauh hari di awal Desember. Yeah! Memang sejak awal, akhir bulan ini telah direncanakan untuk berlibur ria menikmati indahnya alam desa. Hahay!


Rencananya... Dulu mau liburan di Jogjakarta dengan nginep Gratis di Q*** Hotel [takut di sangka promosi jadi mending pake bintang saja. Cocok kok jumlah bintangnya, ha ha ha] [Udah seneng liburan dapat hotel gratis. Ingat ini baru RENCANA] dan kalau sempat menghadiri pesta kecilnya sdri. Disqa yang kebetulan Ulang Tahun di akhir bln ini [Selamat yups! Moga umurnya barokah...].

Dulu juga rencananya mau Bag-packing [nulisnya bener ga segh kaya gini] ke Bali pake kereta ekonomi sampe stasiun akhir di Ujung P. Jawa sana, kemudian lanjut dengan menggunakan bus ke Bali, dan nginep di motel [motel apa hotel sih? Bedanya?] yang harga per malam nya Rp.50.000,00 di Kuta! [Oh, letak bedanya rupanya di harga per malamnya rupanya. xixixi]. Masih dulu juga, rencananya... Ah! Rencana mulu. Toh akhir Desember sudah di depan mata. Rupanya itu semua cuma rencana. Gagal karena satu dan lain hal. Kini rencana itu tak jadi nyata, hanya siluet belaka rupanya...

Saturday, December 20, 2008

Sabtu ini 20 Desember 2008, harusnya saya sejak Jam 9 Pagi tadi [Ya iyalah pagi, masa malam!] sudah duduk manis di Ruang Anatomi, Jl. Salemba Raya no.6, FKUI; untuk menghadiri acara Bedah Buku "Liku-Liku Hidup in MEDITERANOLOGY Point of View". Yah dalam acara bedah buku itu akan dikupas tuntas Novel Remaja Dewasa "Liku-Liku Hidup" Karya Prof Dr. dr. Daldiyono Harjodisastro, SpPD-KGEH [Set dagh! Guru besar aja masih bisa sempet nulis novel! Knp anak muda macam kite kaga? Xixixi...]. Seperti theme acaranya: "MEDITERANOLOGY Point of View", novel ini akan dikupas tuntas [kenapa ya kalau kata dikupas selalu diikuti dengan tuntas? LOL!] dari 3 sudut pandang yakni dari sisi Medicine, Literature, dan Psychology.

Pembicara dalam acara bedah buku itu direncakan akan hadir Putu Wijaya [Seorang Novelis, Cerpenis, Kritikus Sastra] serta kawan2 dari FIBUI, FPsiUI, dan FKUI. Karena hujan tiba, maka mereka sang pembicara saya pun ga bisa datang ke acara Bedah Buku Sang Guru Besar itu. Yasudahlah ya saya kutip saja Sinopsis novel Liku-Liku Hidup-nya dan Satu Comment Putu Wijaya berikut ini sebagai obat ketidakhadiran mereka saya di acara Bedah Buku kali ini. Berikut Cuplikan Sinopsisnya:

Novel Liku-Liku Hidup karya Prof DALDY.

Novel yang penuh dgn intrik kota metropolitan yang dipadukan dgn kentalnya budaya Jawa. Dikisahkan, seorang mahasiswi cantik, smart dan enerjik, RUTI namanya. Ia mendapat peluang dan tantangan bagus yakni: tambahan penghasilan yang lumayan besar dengan merawat DION. DION adalah anak cacat mental namun tampan rupawan, putra priyayi kaya raya: PAK BROTO. Rasa cinta dan sayang lama-lama tumbuh pada hati DION. Kenapa ini bisa terjadi? Dan bagaimana akhir dari cerita ini? Akankah rasa DION dibalas sama oleh RUTI? Atau bahkan sebaliknya? Lantas seperti apa tanggapan keluarga priyayi BROTO atas kisah cinta DION terhadap RUTI? Hm, silahkan baca bukunya secara utuh! [saya aja blm punya buku nya, yang mau lempar bukunya, monggo saya tangkap dengan ikhlas. :)]

Dan berikut satu koment dari Sang Pembicara Pada Bedah Buku Guru Besar, Putu Wijaya:

"...Sebuah novel yang berbasis pengakuan nyata dari salah seorang pasiennya, diracik dengan kepiawaiannya sebagai seorang penulis dengan latar belakang seorang internist (ahli penyakit dalam) yang matang, berpengalaman serta berpikiran luas. Jadinya tak hanya sebuah kisah yang menarik, mengharukan, memberikan tuntunan moral, tetapi juga mencerdaskan pembaca, karena pendalaman dan caranya memposisikan nasib sebagai bagian dari hasil tindakan manusia sendiri di dalam memilih dan membangun kehidupannya" (Putu Wijaya).

Selamat Hunting Buku Baru!

Wednesday, December 17, 2008

Ini adalah tema yang diusung dalam konser kesekian kalinya KPA-ITB tanggal 6 Desember 2008 kemaren. [Comen on... Lo bilang ini kemaren! Awwsshh Shame... LOL!]. Sesuai dengan tema konser KPA-nya kali ini "Angklung Around The World", semua audience diajak untuk mengitari hampir seluruh bagian dunia lewat angklung. Benar memang jikalau orang mengatakan Musik adalah bahasa universal.


Malam itu pun perjalanan mengelilingi dunia lewat musik dimulai. Meninggalkan Indonesia tercinta dengan alunan suara angklung "Departure" dr "Good Luck" karangan Naoki Sato. Kutinggalkan jejak langkah ini meninggalkan Negeri tercinta.

Perjalanan pertama pun dimulai dengan menikmati indahnya negeri asia. China pertama kami singgahi. Medley Hero-Panda Po yang merupakan soundtrack film Kungfu Panda menemani perjalanan pertama kami. Lanjut ke Mongolia dengan Dörven Dalai [lagu daerah mongol], kemudian ke Hindustan dengan Shine karangan Magnus Fiennes, dan berakhir di Timur Tengah dengan alunan Marketplace - arabian Night dari soundtrack film Aladin.

Eksotisme Daerah Afrika kini menjadi tujuan kedua perjalanan kami. Alunan komposisi lagu-lagu Lion King menemani tiap inci gelapnya afrika. Eksotisme yang menawan dengan tata lampu yang indah telah mengantarkan perjalan kami di negeri Afrika. Circle of Life, The Lion Sleeps Tonight, To Die For, Can You Feel the Love Tonight, serta This Land mengiringi jejak langkah kami di Afrika.

Beranjak pada sisi atas benua, kami tinggalkan benua afrika. Kami pun menyelami hamparan luas negeri Eropa yang romantis. Daya pikat negeri Italy dengan alunan O Solemio ciptaan Eduardo di Capua memberikan angin segar khas eropa. Kini tiba di negeri Austria dengan Pizzicato Polka karangan Josef Strauss & Johann Strauss, Jr. lalu beranjak ke negeri Spanyol menyusuri Pegunungan Ptrenia dengan semilir lagu Besame Mucho karangan Consuelo Velazquez. Medley Beatles: Michelle; Yesterday; Let It Be; Here, There & Everywhere; All You Need Is Love; serta I Wanna Hold Your Hand ciptaan McCartney dan John Lennon menyambut kami pada megahnya Kerajaan Inggris yang ramah. Tak hanya sampai di sana, langkah ini pun tak sabar ingin mendengar hentakan tarian kaki khas Negeri Irlandia. Lagu-lagu musik Irish memeriahkan perjalan kami di Eropa. Medley musik irish: Lough Erin shore; Toss the Feathers; serta Haste to the Wedding yang merupakan musik rakyat negeri Irland [yang dipopulerkan oleh The Corrs] menoreh kesan yang mendalam dari perjalan kali ini. Kolaborasi angklung, Biola serta Tin Whistle yang Luar Biasa!

Meski hati ini masih terkesima dengan derap langkah musik irish, dengan kolaborasi yang telah membius kami di negeri Irlandia, kami pun terpaksa menyebrangi samudra meninggalkan Eropa. Tiba di rumah Paman Sam--Amerika, kami di sambut dengan alunan New York-New York-nya Frank Sinatra karya John Kander. Dan bukan Amerika bila tak ada lengking keras musik malam, Let's Get Loud-nya Jenifer Lopez karya Estefan Santander pun diputar mengakhiri perjalan malam ini.

Dan kami pun kembali ke negeri sendiri, Indonesia. Negeri Zamrud Khatulistiwa dengan sejuta karya. Yamko Rambe Yamko [Irian Jaya]; Goro-Gorone [Maluku]; Sapu Tangan Babuncu Ampat [Sulawesi Selatan]; Angin Mamiri [Sulawesi Utara]; Cik Cik Periuk [Kalimantan Selatan]; Sinanggar Tulo [Sumatera Utara]; Tongtolang Nangka [Jawa Barat]; Dan lagu Janger [Bali] menyambut kedatangan kami kembali.

Dan Tanah Airku karya Ibu Soed menjadi closing performed dari perjalan panjang itu. Dan Malam itu pun, Dunia kutapaki dengan alunan musik angklung... Angklung Around The World.

Thursday, December 11, 2008

Kususuri liku jalan Jakarta-Bandung demi si Neng geulis yang ternyata memang adorable girl! [Ha ha ha] Kuucapkan Subhanalloh atas segala bentuk rupawan yg kutemui di sudut mesjid Salman itu. Sungguh menawan. [Shit ini bukan tempat dan waktunya bercerita soal cinta, lalu mengharapkan si dia baca dan akhirnya kita... ha ha ha ha]. Oke kembali ke jalan yang benar. LOL!

Senja itu tak begitu menawan, hanya sekali dua kali di sapa gerimis rintik hujan. Sendiri. Perjalanan Bandung-Jakarta kuhaturkan untuk melihat Konser Perdana ISO ITB serta KPA di malam berikutnya. Tak mengecewakan! Malah kagum ku dibuatnya. Malam pertama ku berkali-kali dibuatnya harus dengan rela berdecak kagum. Yah! Adorable Show was performed! ISO Concert dengan tajuk "Concerto In G10: When Ganesha Plays Music" telah membuat... Yeah!

Dimulai dengan Palladio dari Karl Jenkins, Sprin dan Winter-nya Antonio Vivaldi, Eine Kleine Nachtmusik-nya W.A. Mozart, Tatakau Monotachi-nya Nobuo uematsu, La Partida, Valse Venezolano-nya F.M. Alvarez, dan Tembang Alit-nya Jaya Suprana.

Tak cuma sampai di sana ternyata, setelah break kurang lebih 15 menit untuk menikmati suguhan capucino dan kue mufin kami pun selanjutnya disuguhi perform yang tak kalah bagusnya dengan sesi pertama.

Pada sesi keduanya, Alunan musik Gending Sriwijaya, Manuk Dadali, Simfoni Raya, Zamrud Khatulistiwa sedikit banyak membuat kami nyaris decak heran dibuatnya. Bagaimana mungkin Orkestra "sehebat" ini dibangun oleh anak-anak yang notabene kebanyaka adalah 'Anak Tehnik'? Yeah! Tak cukup di sana, decak kagum pun berlanjut [sampai meler-meler. Wkwkw...]. You Raise Me Up-nya Josh Groban membuat kami... Yeah! Lihat saja sendiri rekaman videonya di http://www.facebook.com/video/video.php?v=37869654586. Mantebs kali! Adorable Concert euy!

Dan perform terakhir namun bukan pamungkas, Wring that Neck yang di populerkan oleh Deep Purple dibawakan ISO feat. APRES! feat. Ammy C. Kurniwan [Guest Violinist]. Keren pisan! Gila! Gila! Gila! Keren pisan perform nya! Ga sabar negh pengen dapet DVD nya. Kalau mau, pesen aja cm 30rban kok. Yo yo yo beli! Nikmati karya anak bangsa cuma dengan 30 ribu saja. He he he...

Pamungkas sekaligus sebagai additional perform dari ISO concert malam itu, "Con Te Partiro yang dipopulerkan oleh Andrea Bocelli feat. Sarah Brightman" [Time To Say Good Bye] menutup ISO Concert dengan kesan yang mendalam. Alah bahasanya. Xixixi...

BRAVO ISO!

Thursday, December 4, 2008

Tak seperti biasanya, Yah! Sudah dua hari ini saya selalu berangat kantor lebih awal. [Botol ama Nico aja kalah saing. LOL!]. Entah kenapa, aura semangat 45 bisa hinggap di pagi buta dalam 2 hari terahkhir ini. Senang saja berangkat kantor lebih awal. Berjemurkan hangatnya semburat aura mentari pagi. Aha! :P


Tak seperti biasanya pula, hari ini saya berangkat dengan senjata dompet lengkap di tas. Jaah! Memang aneh bagi seorang Gandhi berangkat kantor dengan dompet lengkap di tas, toh biasanya cuma bawa cash tak lebih dari 100rb buat makan siang dan ongkos, Satu ATM [BNI biasanya] ama Satu NameText di saku. Selebihnya di tas paling cuma buku cerita konyol [Skrng masih The Maling Of Kolor yang ada di tas] ama payung [soalnya gi musim ujan] juga tak lupa alat tulis pena, pensil serta penghapus. Sudah itu doang, CUKUP!

Tapi hari ini tak seperti biasa, kenapa dompet coklat yang sudah rusak resletingnya [kaya celana aja] yang nyarinya tuh dompet susahnya setengah mati, maksa pengen ikut ngantor? Jah, emang sudah takdir Tuhan, sudah ada pada garis tangan untuk beralih hak milik secara paksa atas dompet coklat yang aku cintai itu. Alah! Hari ini, malam ini a minute before i went to my piano teacher's apartement, i awared that my wallet was lost. Sedih, tapi mau gimana lagi. Toh sekarang dia sudah damai di tangan orang lain. LOL!

Hilangnya mendiang dompet coklat tercinta memang sedikit aneh, toh selama di kantor saya tak pernah buka tas. Kok bisa ilang ya? Moment mana yang bisa membuat dompet saya jatuh terkapar lemah letih lesu lunglai di jalan? Ga ada! Resleting tas itu selalu rapat tertutup rapih. Argh, sudahlah daripada harus membuang waktu berfikir yang engga-engga tentang raibnya mendiang dompet tercinta, mending monggo di ikhlaskan saja... Toh di jual jg ga bakal laku lebih dari 100rb. Wong belinya dulu aja ga lebih dari 200rb, jadi barang second dengan resleting rusak ga mungkin dong ada yang mau nerima dengan harga tinggi. Tapi ga tau juga sih berhubung dompet coklat itu x seorang Gandhi. Laku tinggi kali ya? Bisa di lelang di eBAy atau Amazon. Ha ha ha...

Tapi yg aga was-was, di sana terselip beberapa lembar foto ku serta satu foto wanita cantik. Xixixi... Lainnya Kartu ATM, 2 KTP, MCC, Timezone Card, NPWP, bukti tranfer buat Konser MasterPianist Indonesia Ananda Sukarlan "New Year Concert 2009 Ananda Sukarlan at Taman Ismail Marzuki 4th of January 2009", Uang lembaran kalau ada, ama recehan pasti ada. Udah itu doang. Monggo bagi yang menemukan mohon dikembalikan. Kalau pun berat hati untuk mengembalikan ya dengan senang hati di ikhlaskan, asal jangan di salahgunakan. Simpan baik-baik ya sebagai tanda kenang-kenangan dari saya. Dan bingkai yang rapi berlapis emas berhiaskan intan ya foto-fotonya... Tak seperti biasanya, jangan samakan dengan foto-foto yang lain. He he he

Sunday, November 30, 2008

Malam ini kami ber-3 jalan ga jelas. Awalnya sih cuma ber-2, ama jeng Siska ke PS. Eh ngehub temen kebetulan lagi ada di Ex, lagi fitnes katanya. Syet dagh! Akhirnya, jalan ber-3 dagh di PS. Pas nyari kado natalan buat adiknya siska [Ingat yang natalan siska ya? Gw ma temen gw engga], eh liat gerombolan anak umur 7-9 th gt di toko maenan gi nonton film. Menurut kalian...


Ini kenapa ya? Sebuah alternatif cerdas kah? Xixixixi... Atau apa ya? Monggo yang udah punya anak kasih tanggapan... :)