Showing posts with label Blogger. Show all posts
Showing posts with label Blogger. Show all posts

Monday, October 26, 2009

Dear Dosen Tercinta,

Seperti biasa, malam itu sekelibat binar mata kita saling memandang penuh gelora. Malam yang syahdu untuk kita bisa saling memahami satu sama lain. Kau tampak mempesona dengan balutan kaos berwana ungu sepadan dengan warna gincu ungu muda. Seperti biasa, kau memang terlahir indah.

Dear Dosen tercinta, Malam itu malam terakhri kita bertemu bukan? Kau begitu manisnya berkata dengan penuh senyum bahagia. Tawamu kala itu membuat kita merasakan kehangat malam tak ada dua. Yah masih ku ingat kala itu, kau ucapkan rayuan serta beribu janji manis sebagai salam terakhir kisah kita. Aku merasa bak hidup ngapak di atas awan. Melayang berbalut buayan awan sayang. Tapi kini aku dibuatnya mati tak berdaya, malam ini. Rayu dan janjimu tak ada satu pun yang kau tepati.

Dear Dosen Tercinta, meski demikian aku ucapkan beribu terima kasih atas cinta yang telah kau sematkan dihatiku. Moga apa yang kau ucapkan lewat rona binar 7 malam mampu menjadi lecutan api semangat hidupku.

Muridmu,


Gandhi Anwar Sani
NPM 000000000


*Postingan ini dibuat karena kecewa dengan kisi-kisi yang dikasih dosen MSDM untuk ujian 3 jam yang lalu. Ga ada satu pun dari kisi-kisi yang dikasih keluar dalam ujian malam ini. Fueh! Jauh beda ama kisi-kisi dosenku dulu pas di kampus pertama. Selalu pas dan cocok! ha ha ha*

Saturday, October 24, 2009

Iseng iseng berkunjung ke blog orang. Ya meski sadar kalau ujian buat 2 mata kuliah lg masih ada pada minggu depan, tapi ga ada salahnya bila diri ini menyempatkan silatuhrahmi ke blog tetangga. Ya ada beberapa blog tetangga yang aku kunjungi sih, salah satunya ini. Gatau kenapa bisa nyasar ke sana. Yaudah akhirnya keliling-keliling, obak-abrik blog itu. Isinya menarik dan ya lumayanlah buat hiburan. Terus penasaran negh dengan postingan berjudul "Arti Bulan Lahir Pada Kehidupan Anda". Pas dibaca dan dicocokan dengan sifat dan tabiat diriku sendiri yang lahir pada bulan Maret, set dagh! Hampir semua mendekati sifat dan tabiat diriku ya? Bagaimana bisa ya menganalisa Bulan lahir terhadap sifat dan tabiat? Karena saya kira Bulan lahir dan Sifat adalah dua hal yang saling lepas. Ah ini sepertinya hanya faktor kebetulan saja.

Berikut saya cuplikan postingannya, hanya untuk mereka yang lahir pada bulan Maret.
Bulan Maret
Wataknya:
- Baik hati dan suka menolong sesama.
- Suka kehidupan yang serba wah.
- Seleranya tinggi.
- Tidak tegaan dan selalu memberi pada orang yang kesusahan.
- Agak pemalu, namun jujur dan tidak pernah bohong.
- Mudah terpengaruh dan tidak kuat menghadapi godaan.
- Suka melalaikan kesehatan dirinya sendiri.

Saturday, October 10, 2009

Males ngblog lagi! Ga tau kenapa! Dulu motivasi ngblog ya buat sekedar nulis-nulis ga jelas aja, cerita aktivitasnya ngapain aja, curhat dangdu dan semacamnyat, lalu beberapa saat kemudian motivasi pun bergeser untuk dapat mencicipi pundi-pundi rupiah dan dolar. Sudah terlaksana. Lalu sekarang buat apa lagi? Yeah! Rupanya harus mulai merumuskan kembali apa tujuan intinya!!!

Need more contemplation for thinking this one! *jadi ga bakal di update dulu ya! he he he he :P*

Saturday, August 22, 2009

Life is going to be simple as you think. Life isn't thing that should be worried, even be afraided with. Life is just simple thing that you have to make a hard choices in. When you have been given limitation to choice, life being challenges to be vanquished. So, that why God give us brain and soul. This is just a bit of my contemplation tonight. :)

Monday, August 17, 2009

dalam setiap pijak kata aku merintih pedih
sakit karena dosa
dalam setiap bulir air mata
menangis perih karena dosa
dan kucoba,
dalam setiap rintih pedih
kubasuh dosa dengan doa

Tuhan, beri aku
kesempatan untuk yang tak hingga
kembali fitrah, amin.

Friday, August 14, 2009

Setelah sekian belas bulan ibu mengandung blog saya yang ini dan itu merasakan berada dalam masa kejayaanya. Bak ngapak di langit ke tujuh semuanya berasa bebas bisa dilakukan dengan modal Google Page Rank 3 (tiga). Yah, karena dengan modal Page Rank itulah kedua blog ini bisa menyumbangkan sedikit demi sedikit kucuran dolar ke rekeningku. Tidak banyak memang, namun itu lebih dari cukup untuk membayar langganan internetku.

Bahkan dulu, sempat pada masa kejayaanya si yang empunya blog ini dan itu dengan congkak dan sombong menolak tawaran paid review-nya dengan alasan malas, cape, dan udah ga greget, atau memaaang karena ga ada ide untuk dibahas kali ya? (alasan yang terakhir bisa diterima ok!). Namun sekarang, tat kala Om Google dengan kejam, congkak dan angkuh yang tak ada dua, mendepak kedua blog saya ini dengan kejam, tanpa peringatan dan tanpa basa-basi... Stab! Google Page Rank kedua blog utama ku langsung merosot pada tataran kehinaan. (Alah lebay! :d). Google Page Rank ku menjadi Nol! Beuh...

Kini, semuanya harus kuawali kembali. Harus kurintis jejak-jejak itu untuk mencapai kejayaan Majapahit masa lalu. Ya, setidaknya seperti 2 minggu yang lalu. Atau kalau bisa lebih, kenapa tidak? He he he... SEMANGAT!!! [menyemangati diri sendiri]

Tuesday, August 4, 2009

Teman mari kita bersama rekatkan asa, meski kita harus hidup alakadarnya. Untuk saat ini, belajar hidup prihatin untuk belajar bersyukur adalah sebuah pilihan yang harus kita (aku/red) jalani.


Teman, hari ini kita telah belajar terbang. Terbang tanpa sebongkah emas. tanpa armada besar yang megah. Namun cukup hanya dengan jiwa yang besar serta asa kuat yang senantiasa akan membuat kita tetap terus bertahan.

Teman, demi memperkaya ilmu, terbang pada zona yang 'miskin' pun kita (aku/red) lakukan. Ini tidak nista, tapi mulia! Let's fly, let's fly away.... [Soundtrack Michael Buble] he he he ....

Gambar di atas diambil dari sini.

Friday, July 31, 2009

Suntuk juga baca buku jadul dengan materi yang sebenarnya sudah terlupakan. Akuntansi dan Bisnis manajemen. Yah, dua materi itu harus dilahap habis malam ini. Dan diwajibkan untuk bisa dan paham hanya dalam waktu yang lumayan singkat ini. Berikut buku rekomend dari Univ untuk dibaca:
  1. Horngren & Horison; ”Accounting”, 7th edition, Prentice Hall, 2005;
  2. Robbins, Stephens P., and Marry Coulter, Management, 9th Edition, Prentice
    Hall, International Edition, 2007 (SR) th;
  3. Griffin, R. W., R. J. Ebert, Business, Edition 6, Prentice Hall, International
    Edition, 2002 (GE).
Indah bukan? Kurang apa coba, udah bukunya segede gaban yang biasanya enak untuk dijadikan bantal dan cocok untuk lempar anjing galak, materinya juga bikin... mantabs! Mata ini selalu dibuatnya sayu tak tahan. Ha ha ha...

Makanya izin intermezo dulu ya gaaan... *berasa jadi kaskuser*. Netan, ngblog, dan gi seneng lagi ngblog negh sodara! Baru sore tadi tau status Google Adasense saya di approve ama kang gugle. Alhamdulillah... :)

Akhir kata, sebagai bahan pertimbangan saya informasikan bahwa daftar buku di atas tidak saya baca karena ga kebeli. Mahal gaaaaaan... Jadi dengan segala kerendahan hati saya mohon doa restu untuk melamar si nyai supaya besok dimudahkan UJIAN TRANSFER KREDIT PROGRAM EKSTENSI MANAJEMEN-nya. Matur nuhun sanget ka sadayana. :)

Tuesday, July 28, 2009

The Hardest Day
(The Corrs feat. Alejandro Sanz
)

One more day, one last look

Before I leave it all behind
And play the role that's meant for us
That said we'd say goodbye


One more night (one more night) by your side (by your side)
Where our dreams collide
And all we have is everything
And there's no pain there's no hurt
There's no wrong it's all right

If I promise to believe will you believe
That there's nowhere that we'd rather be
Nowhere describes where we are
Ive no choice, I love you
Leave, love you wave goodbye

And all I ever wanted was to stay (all I ever wanted was to stay)
And nothing in this worlds gonna change, change

Never wanna wake up from this night
Never (never) wanna leave this moment
Waiting for you only, only you
Never gonna forget every single thing you do
When loving you is my finest hour
Leaving you, the hardest day of my life
The hardest day of my life

I still breathe (I still breathe), I still eat (I still eat)
And the sun it shines the same as it did yesterday
But there's no warmth, no light
I feel empty inside

But I never will regret single day
I know it isn't going to go away
What I'm feeling (I'm feeling) for you
I will always love you
Leave, love you wave goodbye (love you wave goodbye)

And all, and all I ever wanted was to stay (all I ever wanted was to stay)
Nothing (nothing) in this world's gonna change...

Never wanna wake up from this night
Never (never) wanna leave this moment
Waiting for you only, only you
Never gonna forget every single you do
When loving you is my finest hour
I never knew I'd ever feel this way
I feel for you...

Saturday, July 25, 2009

Kapan aku merasakan kehidupanku sendiri? Bila selamanya aku dibayangi kehendak orang.
Tuhan ciptakan kita beda. Tidak sama! So, let's enjoy your own life!
Jangan takut dengan pendapat orang tentang kita, jangan resah tentang apa dikata orang. Lanjutkan! Jangan berhenti untuk berkarya! Semangat!

Ingatlah bahwa Tuhan ciptakan Cinta dan Beda di alam semesta ini. Dimana ada Beda, disana pula ada Cinta. Karena Tuhan ciptakan Cinta sebagai perekat atas semua perbedaan. *Jangan mau jadi orang goblok, yang menjadikan perbedaan sebagai bahan perolokan*

Thursday, April 30, 2009

Dan tentang Kenangan itu, telah kurobek dalam kelam malam. Dan kita pun terkulai. Luruh dalam peluh. Ringis tangis...

Kau memang penjahat! Tidakah sadar gelap itu noktah anugrah Tuhan? Perih. Yang hinggap di tepi luka, haruskah resah itu yang kucumbu? Tentang cinta bila hanya sanggup menyakiti. Lalu... dimanakah Tuhan? Dan untuk siapa mawar itu kau rangkai?

Pembohong! Rangkai kata yang kaujar, tak sewangi bunga mawar yg kau rangkai. Haruskah kuberlumur darah merah warna mawar?

*Gandhi Anwar - Okky Sastrawiguna*

Tuesday, April 21, 2009

Terkadang hidup ini unik (Bukan terkadang tapi memang). Tak selamanya apa yg kita nilai itu benar berlaku sama benarnya dengan orang di sekitar. Karena ini menyangkut nilai yang dianut oleh setiap orang. Dan setiap orang punya standar sendiri atas suatu nilai.

Ambil saja suatu premis yang akhir-akhir ini sering terjadi (sebenarnya ini premis pribadi). Tidak jarang orang yang hendak mencapai suatu titik tertentu mengambil cara yang tidak wajar (kekerasan, paksaan, tidak beretika dan sejenisnya). Dan yang sangat disayangkan, bagi sebagian orang lain pun ini dianggap sebagai sebuah kewajaran yang dianggap dapat menggambarkan sebuah kekuatan dan kekuasaan. Apakah memang seharusnya demikian? Atau cara pandang saya yang menganggap itu salah adalah tidak benar?


Jika demikian, akan menjadi mungkin jika suatu saat nanti terjadi suatu pergeseran cara sikap yang sangat ekstrim, berujung pada kejahatan itu akan dianggap ‘benar dan wajar’. Dan ini bukan sebuah ketidakniscayaan dalam hidup jika kita mulai sekarang menganggap benar sebuah ketidakbenaran dan ketidakwajaran. Lantas apa dan dimana ujung dari sebuah deviasi nilai ini. Hanya sebuah pendapat...

Monday, February 23, 2009

Sudah watak orang melayu menolak permusuhan. Marahnya ia adalah diam, dan senyuman berarti sanggahan. Dan ibu pun mengajarkan aku demikian. "Tak usahlah kau kernyitkan dahimu barang sedikit pun, ingatlah Tuhan yang senantiasa dekat dengan orang-orang yang sabar..." ujar beliau kala ku mengeluh dahulu. Ibu ku adalah sumber ilmu ku. Aku sedikit banyak belajar dari ia.


Kala ibu marah, hanya diamnya yang kurasa. Diam yang tak ada dua. Namun ketika itu lah ibu mengajariku. Mengajari tentang sebuah kesabaran, serta menahan sesumbar yang tak pantas diujar. Diamnya ibu tat kala marah, membuat aku berfikir atas sikap salah yang telah kuperbuat. Diamnya ibu dulu, telah memberi sentuhan kasih yang teramat luas. Dan diamya ibu dulu, telah mengajari hati ini untuk tidak mudah marah. Terima kasih ibu, diammu dulu 'sumber' ilmu ku.

Friday, February 20, 2009

Hari ini telah aku lalui. Dan aku mencoba untuk tak bosan-bosannya belajar, membaca meski masih harus dieja dan tak jarang dahi ini ku kernyitkan. Tapi kunikmati itu semua. Dan hari ini pun berakhir pada quotations berikut:
"Hidup itu keras! Maka sediakanlah sedikit ruang di hati kita untuk bisa menikmati kerasnya hidup. Karena dengan demikian kita akan bisa bertahan, belajar dan berkembang. Hingga saatnya nanti kemenangan ada di genggaman. SEMANGAT!" [Sore Hari, Lt 11 Radius Prawiro].
Ha ha ha, lagi-lagi ku hanya bisa menyemangati diri sendiri. :)

Wednesday, January 21, 2009

Whuaaah seumur-umur ikutan paid review, baru kali ini ada tawaran yang lumayan gede rate nya [bukan lumayan lagi, tapi ini rate max dagh kayanya di program paid review yang saya ikutin]. Dibayar $20! Dan itu terjadi di kedua blog yang saya daftarkan.


Tapi sayang, keterbatasan media dan skill tidak memungkinkan saya untuk menyelesaikan task itu. Ngiklannya ga hanya lewat postingan di sini tapi juga bikin vidieo yang harus di upload di Youtube. Hiks8x.. Vid nya sih ga lama-lama amat, cm disuruh bikin iklan tentang "itu" [sensor dong nama produknya] selama 20-30 detik.

Ada yang bisa bantu? Nanti kalau di appv kita bagi dua komisinya. Kan lumayan tuh bisa nambah account paypal. ^^

Tapi kalau ga ada, yasudahlah saya harus rela mendapatkan bayaran di rate 9 dan 10 dolar saja buat sekali postingan yang di appv.

Masih ada 2 task lagi negh yang blm diselesaikan. Udah dulu ya! Buybye! :D

Saturday, January 17, 2009

Diri kita, ucapan kita, tulisan kita, sikap kita dan seluruh tindak tanduk kita adalah interpretasi dari nilai yang kita anut. Nilai-nilai yang kita terima sejak belia dulu kemudian tereduksi seiring berjalannya waktu dan bertambah bebarengan dengan pemahaman atas hidup [dan lingkungan] kita. Baik-buruk diri kita tergantung pada nilai apa dan bagaimana kita memvisualitaskan nilai yang kita anut tersebut pada prilaku kita.


Si A merasa kalau prilaku Y yang ia lakukan adalah hal wajar. Namun si B menilai bahwa si A telah melakukan sebuah kesalahan atas tindakan Y-nya sehinga [ada kemungkinan] si B atau orang selain si B tersakiti.

Lantas kalau sudah begini? Ada perbedaan persesi atas satu 'sikap' yang disebabkan oleh berbedanya nilai yang dianut. Jiaaah sangat banyak dan beragam rupanya nilai yang ada di muka bumi saat ini. Lantas apa yang harus dilakukan agar perbedaan nilai tak lagi menjadi sebab terjadinya pertikaian? Argh! Mumet juga mikirin nilai hidup yang diri ini anut. Sudah benarkan nilai yang kita anut dan yakinkah bahwa apa yang kita lakukan [SETIDAKNYA, karena sejatinya nilai hidup yang kita anut tak hanya tidak menggangu orang lain tetapi HARUSNYA memberikan value added pada hidup orang lain] sudah tidak lagi menggangu nilai-nilai yang mereka anut?

Maafkan saya ya teman kalau nilai yang saya anut masih mengganggu hidup kalian. Jangan lupa untuk saling mengingatkan dan berlomba-lomba dalam kebajikan. :)

Tuesday, January 13, 2009

Hari ini alam berpesan:
  1. Lakukanlah yang terbaik;
  2. Kita tak tahu apa yang akan terjadi esok hari;
  3. "Kita tidak hidup pada dunia Hitam-Putih" bukan sebuah pembenaran atas tindakan salah.
Shock berat atas apa yang terjadi pada teman saya. SUMPAH! Moga senantiasa diberikan yang terbaik. Amin.

Saling doakan.

Tuesday, December 23, 2008

Entah kenapa aura liburan pada bulan ini sudah terasa jauh hari di awal Desember. Yeah! Memang sejak awal, akhir bulan ini telah direncanakan untuk berlibur ria menikmati indahnya alam desa. Hahay!


Rencananya... Dulu mau liburan di Jogjakarta dengan nginep Gratis di Q*** Hotel [takut di sangka promosi jadi mending pake bintang saja. Cocok kok jumlah bintangnya, ha ha ha] [Udah seneng liburan dapat hotel gratis. Ingat ini baru RENCANA] dan kalau sempat menghadiri pesta kecilnya sdri. Disqa yang kebetulan Ulang Tahun di akhir bln ini [Selamat yups! Moga umurnya barokah...].

Dulu juga rencananya mau Bag-packing [nulisnya bener ga segh kaya gini] ke Bali pake kereta ekonomi sampe stasiun akhir di Ujung P. Jawa sana, kemudian lanjut dengan menggunakan bus ke Bali, dan nginep di motel [motel apa hotel sih? Bedanya?] yang harga per malam nya Rp.50.000,00 di Kuta! [Oh, letak bedanya rupanya di harga per malamnya rupanya. xixixi]. Masih dulu juga, rencananya... Ah! Rencana mulu. Toh akhir Desember sudah di depan mata. Rupanya itu semua cuma rencana. Gagal karena satu dan lain hal. Kini rencana itu tak jadi nyata, hanya siluet belaka rupanya...

Saturday, December 20, 2008

Sabtu ini 20 Desember 2008, harusnya saya sejak Jam 9 Pagi tadi [Ya iyalah pagi, masa malam!] sudah duduk manis di Ruang Anatomi, Jl. Salemba Raya no.6, FKUI; untuk menghadiri acara Bedah Buku "Liku-Liku Hidup in MEDITERANOLOGY Point of View". Yah dalam acara bedah buku itu akan dikupas tuntas Novel Remaja Dewasa "Liku-Liku Hidup" Karya Prof Dr. dr. Daldiyono Harjodisastro, SpPD-KGEH [Set dagh! Guru besar aja masih bisa sempet nulis novel! Knp anak muda macam kite kaga? Xixixi...]. Seperti theme acaranya: "MEDITERANOLOGY Point of View", novel ini akan dikupas tuntas [kenapa ya kalau kata dikupas selalu diikuti dengan tuntas? LOL!] dari 3 sudut pandang yakni dari sisi Medicine, Literature, dan Psychology.

Pembicara dalam acara bedah buku itu direncakan akan hadir Putu Wijaya [Seorang Novelis, Cerpenis, Kritikus Sastra] serta kawan2 dari FIBUI, FPsiUI, dan FKUI. Karena hujan tiba, maka mereka sang pembicara saya pun ga bisa datang ke acara Bedah Buku Sang Guru Besar itu. Yasudahlah ya saya kutip saja Sinopsis novel Liku-Liku Hidup-nya dan Satu Comment Putu Wijaya berikut ini sebagai obat ketidakhadiran mereka saya di acara Bedah Buku kali ini. Berikut Cuplikan Sinopsisnya:

Novel Liku-Liku Hidup karya Prof DALDY.

Novel yang penuh dgn intrik kota metropolitan yang dipadukan dgn kentalnya budaya Jawa. Dikisahkan, seorang mahasiswi cantik, smart dan enerjik, RUTI namanya. Ia mendapat peluang dan tantangan bagus yakni: tambahan penghasilan yang lumayan besar dengan merawat DION. DION adalah anak cacat mental namun tampan rupawan, putra priyayi kaya raya: PAK BROTO. Rasa cinta dan sayang lama-lama tumbuh pada hati DION. Kenapa ini bisa terjadi? Dan bagaimana akhir dari cerita ini? Akankah rasa DION dibalas sama oleh RUTI? Atau bahkan sebaliknya? Lantas seperti apa tanggapan keluarga priyayi BROTO atas kisah cinta DION terhadap RUTI? Hm, silahkan baca bukunya secara utuh! [saya aja blm punya buku nya, yang mau lempar bukunya, monggo saya tangkap dengan ikhlas. :)]

Dan berikut satu koment dari Sang Pembicara Pada Bedah Buku Guru Besar, Putu Wijaya:

"...Sebuah novel yang berbasis pengakuan nyata dari salah seorang pasiennya, diracik dengan kepiawaiannya sebagai seorang penulis dengan latar belakang seorang internist (ahli penyakit dalam) yang matang, berpengalaman serta berpikiran luas. Jadinya tak hanya sebuah kisah yang menarik, mengharukan, memberikan tuntunan moral, tetapi juga mencerdaskan pembaca, karena pendalaman dan caranya memposisikan nasib sebagai bagian dari hasil tindakan manusia sendiri di dalam memilih dan membangun kehidupannya" (Putu Wijaya).

Selamat Hunting Buku Baru!

Wednesday, December 17, 2008

Ini adalah tema yang diusung dalam konser kesekian kalinya KPA-ITB tanggal 6 Desember 2008 kemaren. [Comen on... Lo bilang ini kemaren! Awwsshh Shame... LOL!]. Sesuai dengan tema konser KPA-nya kali ini "Angklung Around The World", semua audience diajak untuk mengitari hampir seluruh bagian dunia lewat angklung. Benar memang jikalau orang mengatakan Musik adalah bahasa universal.


Malam itu pun perjalanan mengelilingi dunia lewat musik dimulai. Meninggalkan Indonesia tercinta dengan alunan suara angklung "Departure" dr "Good Luck" karangan Naoki Sato. Kutinggalkan jejak langkah ini meninggalkan Negeri tercinta.

Perjalanan pertama pun dimulai dengan menikmati indahnya negeri asia. China pertama kami singgahi. Medley Hero-Panda Po yang merupakan soundtrack film Kungfu Panda menemani perjalanan pertama kami. Lanjut ke Mongolia dengan Dörven Dalai [lagu daerah mongol], kemudian ke Hindustan dengan Shine karangan Magnus Fiennes, dan berakhir di Timur Tengah dengan alunan Marketplace - arabian Night dari soundtrack film Aladin.

Eksotisme Daerah Afrika kini menjadi tujuan kedua perjalanan kami. Alunan komposisi lagu-lagu Lion King menemani tiap inci gelapnya afrika. Eksotisme yang menawan dengan tata lampu yang indah telah mengantarkan perjalan kami di negeri Afrika. Circle of Life, The Lion Sleeps Tonight, To Die For, Can You Feel the Love Tonight, serta This Land mengiringi jejak langkah kami di Afrika.

Beranjak pada sisi atas benua, kami tinggalkan benua afrika. Kami pun menyelami hamparan luas negeri Eropa yang romantis. Daya pikat negeri Italy dengan alunan O Solemio ciptaan Eduardo di Capua memberikan angin segar khas eropa. Kini tiba di negeri Austria dengan Pizzicato Polka karangan Josef Strauss & Johann Strauss, Jr. lalu beranjak ke negeri Spanyol menyusuri Pegunungan Ptrenia dengan semilir lagu Besame Mucho karangan Consuelo Velazquez. Medley Beatles: Michelle; Yesterday; Let It Be; Here, There & Everywhere; All You Need Is Love; serta I Wanna Hold Your Hand ciptaan McCartney dan John Lennon menyambut kami pada megahnya Kerajaan Inggris yang ramah. Tak hanya sampai di sana, langkah ini pun tak sabar ingin mendengar hentakan tarian kaki khas Negeri Irlandia. Lagu-lagu musik Irish memeriahkan perjalan kami di Eropa. Medley musik irish: Lough Erin shore; Toss the Feathers; serta Haste to the Wedding yang merupakan musik rakyat negeri Irland [yang dipopulerkan oleh The Corrs] menoreh kesan yang mendalam dari perjalan kali ini. Kolaborasi angklung, Biola serta Tin Whistle yang Luar Biasa!

Meski hati ini masih terkesima dengan derap langkah musik irish, dengan kolaborasi yang telah membius kami di negeri Irlandia, kami pun terpaksa menyebrangi samudra meninggalkan Eropa. Tiba di rumah Paman Sam--Amerika, kami di sambut dengan alunan New York-New York-nya Frank Sinatra karya John Kander. Dan bukan Amerika bila tak ada lengking keras musik malam, Let's Get Loud-nya Jenifer Lopez karya Estefan Santander pun diputar mengakhiri perjalan malam ini.

Dan kami pun kembali ke negeri sendiri, Indonesia. Negeri Zamrud Khatulistiwa dengan sejuta karya. Yamko Rambe Yamko [Irian Jaya]; Goro-Gorone [Maluku]; Sapu Tangan Babuncu Ampat [Sulawesi Selatan]; Angin Mamiri [Sulawesi Utara]; Cik Cik Periuk [Kalimantan Selatan]; Sinanggar Tulo [Sumatera Utara]; Tongtolang Nangka [Jawa Barat]; Dan lagu Janger [Bali] menyambut kedatangan kami kembali.

Dan Tanah Airku karya Ibu Soed menjadi closing performed dari perjalan panjang itu. Dan Malam itu pun, Dunia kutapaki dengan alunan musik angklung... Angklung Around The World.